Peraturan 3 : "Jika Dia Bukan Jodohmu, Maka Dia Bukanlah Yang Terbaik Untukmu, Dan Kamu Bukanlah Yang Terbaik Untuknya"

Misteri Dibalik Indonesian Super League [ISL] dan Aburizal Bakrie

Posted by imankikuk Wednesday, December 14, 2011 0 komentar


Agak miris kalo melihat perkembangan sepak bola Indonesia yang sekarang ini. Setelah era Nurdin Halid berakhir, sepertinya antek-anteknya yang ingin menutupi kesalahan di masa lalu terus berusaha menyerang dari dalam dan luar. Walaupun begitu, tapi tetap saja rakyat Indonesia tidaklah bodoh, Rakyat Indonesia pasti sudah tahu bahwa ada sebuah Partai Berlambang Pohon Beringin yang ingin mengacak-acak PSSI demi kepentingan Capres 2014.

Yang sangat disayangkan adalah kenapa pemain-pemain senior seperti Bambang Pamungkas, Firman Utina, dll malah mendukung ISL yang sudah jelas merupakan Liga Ilegal tahun ini. PSSI melakukan hal ini karena mereka yakin, dibalik ISL terdapat sebuah sejarah buruk dan akan terus menggerogoti sepak bola Indonesia, karena ISL adalah dalang korupsi oleh petinggi-petinggi PSSI era Nurdin Halid. Bayangkan saja, era Nurdin Halid menggelantungkan dana Klub dari sebuah APBD, dana yang dikeluarkan tidak tanggung-tanggung, Klub sebesar Persija bahkan sampai dibiayai hingga belasan Milyar Rupiah, padahal seharusnya dana ini bisa dijadikan untuk keperluan lain daerah tersebut, karena rakyat miskin yang membutuhkan bantuan di daerah itu masih sangat banyak.

Yang sungguh menggelitik adalah, para pemain sebagai pemain semi-Profesional harusnya sedikit mengerti ( maaf saya pakai bahasa semi-profesional disini, karena memang level pemain Indonesia masih semi-profesional) tentang Statuta FIFA pasal 79 yang menyatakan, tanpa persetujuan FIFA, pemain atau klub dalam naungan federasi yang diakui FIFA tidak diizinkan untuk menjalin hubungan olahraga dengan pemain yang tidak berada dalam naungan federasi.

Kita semua sudah tahu kan, kekalahan Final saat menghadapi Malaysia karena salah satu faktornya adalah membuang-buang tenaga berkunjung ke Rumah Pemimpin Partai Pohon Beringin Aburizal Bakrie, padahal hal itu seharusnya bisa dimaksimalkan dengan latihan. Tapi itulah demi sebuah pamor Capres 2014 hal seperti itu malah dilakukan.

Tidakkah seharusnya Pak Aburizal Bakrie itu memikirkan apa yang telah dilakukan perusahaannya terhadap Rakyat di Sidoarjo sana? Mereka menangis kehilangan rumah dan keluarganya, bahkan kehilangan masa depannya. Apa yang telah bapak perbuat untuk menutup duka mereka? Apa Bapak masih mempunyai Hati Nurani? Bahkan sampai berani menyalonkan diri di Capres 2014?







Pemain Indonesia seharusnya bisa lebih memilih-milih mana yang terbaik untuk Indonesia ini, bukannya malah menambah kisruh persepakbolaan Indonesia. Tapi apa mau dikata, karena kita juga tahu bahwa Kapten Timnas Indonesia Bambang Pamungkas adalah anak emas Aburizal Bakrie.

Apakah kalian melakukan seperti itu karena Rakyat Indonesia takut karena menurut kalian Timnas Indonesia tidak akan bisa maju?

Indonesia terdiri dari 250 Juta penduduk, tidak mungkin dari segitu banyak penduduk tidak bisa menggantikan kalian, bahkan saya yakin dengan pembinaan yang baik dari PSSI yang sekarang, bibit-bibit yang selevel dengan Andik Vermansyah (yang diakui Beckham dan Pelatih LA Galaxy) atau bahkan yang lebih baik dari Andik akan terlihat, jadi kita tidak perlu bergantung pada pemain sombong yang mengisi pos-pos Timnas Indonesia senior sekarang.

Perubahan butuh Pengorbanan.. Semua Klub yang melanggar harus dihukum, termasuk pemainnya.. Demi Senyum Anak Indonesia di Masa Depan..

Post a Comment

Terima Kasih telah mengunjungi blog ini.. Jika ada pertanyaan silahkan bertanya melalui kotak komentar di bawah ini.. Jangan Spam, SARA dan Hiddden Link..

Bagi yang ingin meng-copy artikel mas imankikuk juga boleh saja, asalkan sumber dari imankikuk.blogspot.com juga ikut dicantumkan.. Hargai sesama blogger yah.. :)