Peraturan 3 : "Jika Dia Bukan Jodohmu, Maka Dia Bukanlah Yang Terbaik Untukmu, Dan Kamu Bukanlah Yang Terbaik Untuknya"

Proses Pembuatan Animasi Shaun the Sheep

Posted by imankikuk Friday, July 1, 2011 0 komentar
Siapa yang belum nonton shaun the sheep hayo? Kartun 3 dimensi ini terbilang cukup unik, diceritakan ada segerombolan domba cerdas yang dipunyai oleh seorang tukang kebun. Tiap harinya, domba-domba ini selalu aja buat masalah di kebun. Domba-domba dijaga oleh seekor anjing yang selalu meng-absensi mereka dan anjing ini juga menjadi tangan kanan sang pemilik kebun. Pokoknya lucu banget lho, walaupun belum selucu salah penamaan oleh TV One (Baca TV One Salah Tulis), tayang hampir setiap hari di MNC TV (Asal belum berubah aja channelnya).

Hayuk kita intip step by step pembuatannya..

1. Pembuatan Storytime



Sebuah episode bermula dari ide cerita yang sederhana. Ide tersebut diserahkan pada tim scriptwiters untuk diolah menjadi cerita yang bagus. Kemudian diserahkan pada storyboard artist untuk membuat story linenya, tahap ini juga membantu set dressers, prop-makers, model-makers, riggers dan cameramen untuk mempersiapkan pengambilan gambar dan apa saja yang diperlukan.

2. Persiapan Scene



Rumput di pertanian dibeli dari hobby center, dicat hijau untuk mendapatkan corak rumput yang pas, ditambah dengan rumput ilalang dan bunga aster. Gumpalan kecil hitam juga disebar untuk mendapatkan efek kotoran domba. Rumput ini kemudian dibentangkan di atas baja berlubang untuk mendapatkan pondasi yang bagus. Animator kemudian dapat menggunakan magnet untuk menjaga karakter di tempat, dan menggunakan baja untuk memasang pohon, rumah pertanian, gudang dan bagian lainnya dari set tersebut tetap pada tempatnya.

3. Pembuatan Model
Model-makers membuat domba dengan terlebih membentuk badan, kemudian membungkus tubuh mereka dengan wool putih. Bulu tersebut kemudian dikotori sedikit dan kaki yang terbuat dari silikon ditambahakan. akhir kepala yg dapat dipasang-lepas dipasang dibadan. “Kami memiliki sejumlah badan, beberapa mempunyai empat kaki, dan beberapa hanya dua, tergantung pada scene,” kata Chris.

4. Propping Up



Property maker dipanggil untuk membuat segalanya dari handuk pantai berukuran domba, untuk mainan mandi untuk Timmy, dan bahkan meja untuk adegan sihir. Prop maker Helen Javes berkata: “Semuanya dibuat manual, sehingga sangat rumit. “Bahkan kaki meja dibuat manual untuk mendapatkan bentuk yang tepat.” Tetapi pekerjaan prop maker bukan tanpa risiko. Jari teriris pisau tajam, dan terbakar akibat panas dari lem adalah resiko pekerjaan sehari-hari.

5. Ekspresi Mata



Mata domba memiliki lubang kecil sehingga mereka dapat dimanipulasi untuk membuat mereka melihat ke kiri, kanan, atas, bawah. Setiap animator juga memiliki puluhan kelopak mata khusus buatan – potongan kecil dari plastisin berbentuk kubah ungu yang dapat ditambahkan ke bola mata membuat berkedip domba, atau terlihat mengantuk. Karena domba-domba itu tidak berbicara, mereka menggunakan ekspresi untuk menceritakan kisah atau memberikan momen komedi . “kelopak mata merka adalah siksaan bagi animator mata”.

6. Penyimpanan



Bila tidak digunakan, domba dan potongan domba dapat ditemukan disimpan dalam di rak di antara ruangan studio di Aardman. Ada di sini bahwa animator dapat menemukan kaki cadang untuk Shaun, sedikit bulu ekstra, atau satu atau dua domba yg rusak!

7. Komedi Slapstik



Terlepas dari beberapa embikan dari Shaun dan teman-temannya, gonggongan dari Bitzer dan dengusan dari Petani, Shaun and the sheep adalah serial TV diam. Tetapi sementara Gromit memiliki suara Wallace untuk menjaga cerita terjadi dalam film-film mereka, Shaun tidak memiliki kemewahan itu. “Lebih mudah untuk menganimasikannya karena lip-sync adalah salah satu aspek yang paling memakan waktu untuk animator,” ujar Chris.

8. Sabar dan Teliti



Karakter dalam Shaun and the sheep bergerak 25 kali per detik, berarti animator harus mengatur ulang adegan 1.500 kali hanya satu menit dari rekaman. Mereka rata-rata menyelesaikan tujuh detik rekaman/harinya. Sepertinya tidak begitu banyak, tetapi bila dibandingkan dengan Wallace and Gromit: The Curse of The Were-Rabbit and Chicken Run, mereka bekerja dengan kecepatan sangat tinggi. Wallace dan Gromit rata-rata menghasilkan sekitar tiga detik rekaman/harinya.

thanks to allecumi from kaskus.us

Post a Comment

Terima Kasih telah mengunjungi blog ini.. Jika ada pertanyaan silahkan bertanya melalui kotak komentar di bawah ini.. Jangan Spam, SARA dan Hiddden Link..

Bagi yang ingin meng-copy artikel mas imankikuk juga boleh saja, asalkan sumber dari imankikuk.blogspot.com juga ikut dicantumkan.. Hargai sesama blogger yah.. :)