Peraturan 3 : "Jika Dia Bukan Jodohmu, Maka Dia Bukanlah Yang Terbaik Untukmu, Dan Kamu Bukanlah Yang Terbaik Untuknya"

Muhasabah Tentang Umur

Posted by imankikuk Friday, July 30, 2010 0 komentar


Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas)

Pukul rata manusia meninggal ± 65 th, beruntung yg diberikan umur panjang dan dimanfaatkan sisa umurnya.
Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia?


Laki-laki Baligh ± 15 tahun

Wanita Baligh ± 12 tahun

Usia Yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus:

MATI-BALIGH= sisa USIA ?????..65-15= 50 tahun

Lalu 50 tahun ini digunakan untuk apa saja ?

12 jam siang hari,,,,,,,,
12 jam malam hari
24 jam satuharisatumalam

Mari kita tela?ah bersama.

Waktu kita tidur ± 8 jam/hari
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam=16 tahun, 7 bulan??
di bulatkan jadi 17 tahun

Logikanya : Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk

selamanya?

Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor, bisa jadi 12 jam/hari =25 tahun habis

tertidur!!! Hati-hati dengan penyakit ?TUMOR?

Waktu aktivitas kita di siang hari ± 12 jam
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas:18250 hari x12 jam=219000 jam= 25 tahun

Aktivitas disiang hari : Ada yang bekerja, atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah,

ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling?
dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain??..

Waktu aktivitas santai atau rilexsasi ± 4 jam
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun

Realisasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan

buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan??

17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun Plus plos/ Balance
Tidur??Ngelembur?Nganggur

Lalu kapan Ibadahnya?
Padahal manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya,

karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki Illahi.

Maut datang menjemput tak pernah bersahut
Malaikat datang menuntut untuk merenggut

Manusia tak kuasa untuk berbicara

Tuhan Maha Kuasa atas syurga dan Neraka?

Memang benar! kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya untuk ibadah, lha wong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal

nanti bekerja agar mudah mencari nafkah?

Memang benar ! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut sanah sikut sinih,

banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang?..

jarang orang menolak untuk di puji dan di puja tatkala mereka berjaya ?
Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah?
Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia.

Lalu kapan ibadahnya?
Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup ?!
Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka

pintu syurga???Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita !

Berapa sholat kita dalam 50 tahun ?

1x sholat = ± 10 menit ?..5x sholat ± 1 jam
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun
ini dengan asumsi semua sholat kita diterima oleh Allah swt.

Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat????
2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita?.itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima..
Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama

50 tahun; dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu

cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang

selalu bergelimang dosa.

Logika dari logikanya:
Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian.
Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana.

Solusi:
Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat . Jangan di tunda-tunda lagi?
Ingat malaikat maut akan datang kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Akhirat adalah tujuan kita yang terakhir !

Apakah kita siap menyambut malaikat maut kapan saja dan dimana saja ?

Mendulang Pahala di Hari Jum’at

Posted by imankikuk Thursday, July 22, 2010 0 komentar


Allah swt adalah Dzat yang Maha Pemurah. Dia akan memberikan pahala berlipat ganda bagi setiap insan yang mau beribadah kepada-Nya. Allah swt juga memberi keistimewaan pada waktu-waktu tertentu, salah satunya adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at, Allah memberinya keistimewaan sebagai berikut:
1. Hari dihapuskannya dosa-dosa.
Salman Al-Farisi menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan, dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Bukhari)
2. Merupakan Hari Terbaik.
Rasulullah saw bersabda, “Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan dari surga. Dan Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada Jum’at.”
3. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdoa.
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari-Muslim)
4. Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya.
Tatkala mengomentari ayat,
“Dan Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.“ (Qaaf: 35)
Anas bin Malik ra mengatakan, “(Yang dimaksud tambahan adalah) Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at.”
5. Wafat pada malam hari Jum’at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah.

Rasulullah saw bersabda, “Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Sebagai seorang muslim, untuk menyambut keistimewaan-keistimewaan yang ada pada hari Jum’at, kita tentunya kita meramaikannya dengan berbagai amalan yang dianjurkan, antara lain:
- Bersedekah
Shadaqah pada hari Jum’at lebih utama dibanding shadaqah pada hari-hari lainnya. Ka’ab ra menjelaskan, “Shadaqah pada hari itu (Jum’at) lebih mulia dibanding shadaqah pada hari-hari selainnya.”
- Membaca surat Al-Kahfi di hari Jum’at. Nabi saw bersabda, “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi di hari Jum’at, niscaya memancar untuknya cahaya dari bawah kakinya hingga ke kaki langit, yang akan meneranginya di Hari Kiamat, dan diampunkan untuknya dosa di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim)
- Memperbanyak bacaan shalawat kepada Nabi saw di waktu siang dan malamnya. Rasulullah bersabda, “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jum’at dan malam Jum’at.”
Tradisi di masyarakat yang meramaikan malam Jum’at dengan membaca Maulid Ad-Diba’i, Maulid Al-Barzanji, ataupun membaca Dalaiulul Khairat perlu dilestarikan dan dibudayakan.
- Memotong kuku dan kumis.
Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam biasa memotong kuku dan kumisnya sebelum pergi ke masjid untuk shalat jumat bersama para sahabatnya. (HR. Al-Baghawi)
- Mandi di hari Jum’at.
Hal ini merupakan perintah yang sangat ditekankan. Mandi ini bisa dilakukan sejak fajar hari Jum’at sampai menjelang matahari terbenam pada hari tersebut. Namun mengerjakannya sesaat sebelum berangkat menunaikan shalat Jum’at adalah lebih utama. Karena, mandi pada waktu seperti ini lebih dapat menyingkirkan bau tidak sedap ketika berada di masjid dan kala melaksanakan shalat Jum’at.
Tentang anjuran untuk mandi di hari Jum’at, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci semampunya, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan, dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Bukhari)
- Memakai wewangian yang semerbak baunya.
Memakai wewangian di hari ini lebih afdhal dan sangat dianjurkan.
- Bersiwak atau dengan menggosok gigi untuk menghilangkan bau mulut yang tidak sedap.
- Memakai pakaian yang paling bagus yang dimiliki.
Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang mandi di hari Jum’at dan memakai minyak wangi jika ia punya, serta mengenakan pakaian paling bagus yang dimilikinya, kemudian berangkat ke masjid sedang dirinya dalam keadaan tenang hingga sampai di masjid, kemudian ia melaksanakan shalat jika sempat dilakukannya dan tidak mengganggu seorang pun, kemudian diam penuh perhatian saat imam datang hingga ia melaksanakan shalat, niscaya dosa-dosa di antara kedua Jum’at telah ditebusnya.” (HR. Ahmad)
- Bergegas menuju ke tempat pelaksanaan shalat dengan penuh rasa tenang dan khusyu’.
- Senantiasa menyibukkan diri membaca shalawat, dzikir, dan bacaan Al-Qur’an, sehingga imam datang ke masjid dan naik mimbar untuk memulai khutbahnya.
- Mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian.
Mendengarkannya dengan penuh perhatian adalah wajib. Demikian menurut pendapat yang paling shahih di antara dua pendapat yang ada dalam masalah ini. Jika seseorang meninggalkannya, niscaya akan sia-sia Jum’atnya. Dan barangsiapa yang sia-sia, maka tidak ada pahala Jum’at baginya. Dalam Al-Musnad terdapat hadits marfu’ yang berbunyi, “Orang yang mengatakan kepada temannya, ‘Diam,’ maka niscaya tidak ada pahala Jum’at baginya.”
- Membaca surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun atau Sabbihis dan Al-Ghasyiyah dalam shalat Jum’at.
Diriwayatkan bahwa duhulu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah membaca surat-surat tersebut dalam shalat Jum’at. (HR.Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah)
- Pada hari ini dianjurkan membersihkan dan mengharumkan masjid.
Diriwayatkan bahwa Umar bin Al-Khathab ra menyuruh mengharumkan masjid Madinah dengan dupa setiap hari Jum’at saat memasuki tengah hari.

Keutamaan Shalat Sunnat Rawatib

Posted by imankikuk Wednesday, July 21, 2010 0 komentar


Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.

Bismillahirrohmanirrohim

Sholat Sunnah Rowatib sepintas nampak seperti hal yang biasa menurut kita. Namun banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa Rosulullah tidak pernah meninggalkan sholat sunnah ini selain dalam perjalanan. Kalaupun tertinggal karena lupa, sakit atau tertidur, beliau mengqodo’nya. Dari sini dapat kita simpulkan betapa pentingnya kedudukan sholat sunnah rowatib ini disamping sholat-sholat fardlu.

Sholat Sunnah Rawatib sangat dianjurkan / ditekankan untuk dilakukan. Menurut pendapat beberapa ulama, orang yang terus menerus meninggalkannya maka ketakwaannya tidak bisa dipercaya dan ia pun berdosa. Alasannya, karena terus menerus meninggalkannya menunjukkan kadar keislamannya yang sangat rendah dan ketidakpeduliannya terhadap sholat sunnah rowatib. Adapun keistimewaan sholat sunnah rowatib adalah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan sholat fardlu. Karena manusia tidak terlepas dari kesalahan, maka ia membutuhkan sesuatu yang dapat menutupi kesalahannya tersebut.

Berdasarkan Hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a bahwa

Saya menghafal sepuluh rokaat dari Rosulullah: dua rokaat sebelum sholat zhuhur, dua rokaat setelah sholat zhuhur, dua rokaat setelah sholat maghrib di rumah beliau, dua rokaat setelah sholat isya’ di rumah beliau, dan dua rokaat sebelum subuh. Sebelum subuh ini adalah waktu di mana tidak seorang pun yang datang kepada Rosulullah SAW. Hafshah memberitahuku bahwa jika muazin mengumandangkan adzan dan fajar telah terbit, maka beliau sholat dua rokaat.

Berdasarkan hadist di atas dapat kita simpulkan bahwa sholat sunnah rowatib terdiri dari dua rokaat sebelum Dzuhur, dua rokaat setelah dzuhur, dua rokaat setelah maghrib, dua rokaat setelah isya’, dan dua rokaat sebelum subuh setelah terbit fajar.

Dalam Shohih Muslim diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata

Rosulullah sholat empat rokaat sebelum sholat dzuhur di rumahku. Kemudian beliau keluar dan sholat bersama orang-orang, lalu pulang ke rumahku dan melakukan sholat dua rokaat.

Berdasarkan hadist riwayat ini, beberapa ulama menyimpulkan bahwa jumlah rokaat sholat sunnah rowatib adalah 12 rokaat.

Keutamaan melaksanakan sholat sunnah rowatib di rumah :

1. Untuk menghindari riya’ (sikap pamer), ujub (membanggakan diri sendiri), dan untuk tidak memperlihatkan amal baik kepada khalayak ramai.
2. Lebih mudah untuk khusyuk dan ikhlas lantaran suasananya yang sepi (tidak banyak orang).
3. menghidupkan rumah dengan dzikir kepada Allah dan sholat seperti sabda Rosulullah,

Jadikanlah sebagian sholat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian menjadikannya sebagai kuburan

Yang paling utama dari sholat-sholat sunnah rowatib ini adalah sholat sunnah sebelum fajar. Hal ini berdasarkan riwayat dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata,

tidak ada sholat sunnah yang paling dijaga oleh Rosulullah selain dua rokaat fajar.

Rosulullah bersabda :

Dua rokaat sholat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya

Oleh karena itu Roslullah selalu melakukan sholat dua rokaat fajar dan sholat witir, baik ketika di rumah maupun ketika dalam perjalanan.

Sholat sunnah rowatib selain witir dan sholat sunnah fajar tidak disunnahkan dilakukan ketika dalam perjalanan. Hal ini didasarkan dari riwayat ketika Ibnu Umar r.a. ditanya tentang sholat rowatib Dzuhur ketika dalam perjalanan ia berkata,

Seandainya aku melakukan sholat rowatib, tentunya aku tidak mengqoshor sholat.

Ibnul Qayyim berkata,

Termasuk tuntunan Rosulullah dalam perjalanan adalah mengqoshor sholat fardlu. Tidak ada riwayat dari beliau yang menunjukkan bahwa beliau melakukan sholat sunnah sebelum dan setelah sholat qoshor tersebut, kecuali sholat witir dan sholat sunnah fajar

Adapun dalam pelaksanaannya Rosulullah mensunnahkan untuk memendekkan sholat sunnah fajar. Berdasarkan riwayat Shohih Bukhori dan Muslim Aisyah r.a. berkata :

Rosulullah selalu memendekkan sholat dua rokaat sebelum sholat subuh.

Dalam sholat subuh, pada rokaat pertama setelah membaca Al Fatihah Rosulullah melanjutkannya dengan membaca surat Al Kafirun dan pada rokaat kedua dengan Al Ikhlash. Pernah juga pada rokaat pertama Rosulullah membaca surat Al Baqoroh ayat 136 setelah membaca Al Fatihah dan Ali Imron ayat 64 pada rokaat kedua. Hal ini juga dilakukan beliau pada sholat dua rokaat setelah maghrib berdasarkan riwayat Al Baihaqqi dan Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud r.a. yang menjelaskan tentang seringnya Roslulullah membaca surat Al Kafiruun dan Al Ikhlas pada sholat dua rokaat setelah sholat maghrib dan sebelum sholat subuh.

Jika dari sholat-sholat ini ada yang terlewat, disunnahkan untuk mengqodo’nya. Demikian juga jika terlewat sholat witir, maka disunnahkan untuk mengqodo’nya di siang hari. Rosulullah mengqodho’ dua rokaat sholat sunnah fajar dan sholat subuh ketika tertidur dan belum melaksanakannya. Beliau juga pernah mengqodho’ sholat sunnah qobliyah dzuhur setelah sholat ashar. Adapun disyariatkannya mengqodho’ sholat sunnah rowatib lainnya dapat dianalogikan sholat-sholat yang disebutkan di dalam nash hadist.

Rosulullah bersabda,

Barangsiapa tertidur atau lupa dan tidak sholat witir, hendaknya melakukannya ketika ia bangun atau ketika mengingatnya. (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).

Ketika mengqodho’ sholat witir, hendaknya juga mengqodho’ sholat sunnah sebelumnya. Hal ini didasarkan pada riwayat Aisyah r.a. yang ia berkata,

Rosulullah jika tidak sholat malam karena tidur atau sakit, beliau sholat di siang hari dua belas rokaat.

Demikian tadi telah diuraikan tentang keutamaan serta segala sesuatu yang berkaitan dengan sholat sunnah rowatib. Mudah-mudah bermanfaat bagi saudara-saudariku yang mau menegakkannya.

Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh

Referensi :
Al Fauzan, Saleh. 2005. Fiqih Sehari-hari. Jakarta : Gema Insani Press

Sumber :
http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/27/sholat-sunnah-rawatib-dan-keutamaannya/